Rinduku pada Pahlawanku

Mengapa saat ini aku rindu sosokmu…?
Apakah karena sudah tidak ada lagi yang kubanggakan dari negeriku ini…?
Apakah karena kumelihat banyaknya produk impor yang membanjiri negeriku ini…?
Apakah karena kumelihat negeri jiran lebih maju dan makmur rakyatnya…?
Apakah karena sering kulihat dan kudengar tentang berita para TKI yang menderita…?
Apakah karena kumelihat di negeri ini tak ada pemimpin yang punya semangat seperti kamu…?
Apakah karena kumelihat rakyat negeri ini bagaikan kuli – kuli di tanah dan kekayaan negerinya sendiri…?
Apakah karena aku iri melihat negeri China dan India yang mampu mandiri membangun kebanggaan negerinya…?

Benar, aku memang rindu kamu…..
Kalaupun kamu tak ada, tapi semangat semangat itu ingin kulihat ada di pemimpin negeri ini…
Aku rindu topengmu untuk pemimpin-pemimpin negeri….!!!

# “ Aku terbang jauh memasuki masa depan, aku tercekam oleh rasa takut.
Kala aku memandang sekitar, aku hanya ditemani oleh waktu.
Kemudian aku lari kembali, pulang – aku cepat cepat lari, demikianlah aku berdiri di hadapan kalian hai orang-orang masa kini, aku berdiri di atas arena kebudayaan.

Saat aku dating, aku ingin memandangmu dengan mataku dan dengan keinginan yang suci, sungguh, aku dating kepadamu dengan seribu harapan di dadaku.

Apa yang menimpa diriku ? Sekalipun aku sangat takut, aku musti tertawa ! Mataku tak pernah memandang sesuatu yang begitu berkunang-kunang.

Aku tertawa dan terus tertawa, walaupun kaki dan hatiku masih gemetar, “ Ini pasti rumah semua…” kataku.

Dilukiskan dengan lima puluh bisul di wajah dan anggota badan, demikianlah engkau duduk di sana membuatku tercengang hai orang-orang masa kini !

Lima puluh cermin mengelilingimu, memantulkan dan melipatgandakan warna warni dari tubuhmu !

Sungguh, tak ada topeng yang lebih pantas kau kenakan kecuali wajahmu sendiri, kau orang – orang masa kini ! Siapa gerangan dapat mengenalimu…?

Ditulis dengan menggunakan tanda-tanda dari masa lampau dan tanda tanda itu dipulas berlebihan, demikianlah kalian telah berhasil menyembunyikan dirimu sendiri dari para pembaca tanda !

Kalau orang menguji kejantananmu, kalian ternyata hanyalah orang-orang mandul ! Kalian tampaknya sudah matang dalam warna potongan-potongan kertas di lem menjadi satu.

Segala jaman dan seluruh bangsa menatap kunang-kunang keluar dari tudungmu, semua kebiasaan, kepercayaan mengungkapkan kunang-kunang keluar dari gerak-gerikmu.

Barangsiapa menyingkapkan tudung kepalamu, pembalut, pewarna, dan gerak-gerikmu, maka akan tersisa sesuatu yang membuat burung-burung terbang lari.

Sungguh, diriku sendiri adalah seekor burung yang ketakutan yang pernah mengatakan bahwa kalian telanjang dan tanpa mascara, aku lari terbirit-birit ketika sosok kurus kering mendekatiku.” # ( ST, Sunardi )

Samarinda, 28 Januari 2010

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s