Pengabdian

Awang Ferdi Menjawab

Sebagian dari masyarakat mempertanyakan alasan dari Ferdi maju dalam Pilkada 2010 untuk Bupati Kutai Kertanegara. Padahal tahun kemarin, masyarakat sudah memilihnya untuk menjadi wakil mereka di kursi DPD. Ada harapan tentunya untuk hal ini.
Entah harapan dari masing – masing pemilihnya sehingga menyebabkan dia memperoleh dukungan cukup significant dari masyarakat Kalimantan Timur.

Sehubungan dengan ini, beliau mencoba menjawab sebagaimana berikut ,

Pertama,
Majunya saya di Kutai Kartanegara adalah bukan keinginan saya Pribadi, melainkan atas keinginan masyarakat Kutai Kartanegara sendiri. Harapan dan Amanah tersebut dibuktikan dengan banyaknya Aspirasi masyarakat yg disampaikan secara langsung kepada saya dan keluarga, melalui Face to Face, Surat Dukungan, Telpon, SMS, Email, Facebook, Surat Kabar, Pooling, Media-Media lain serta Hasil Survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) Saiful Murjani yang dilaksanakan pada Bulan Juni 2009 (masa dimana saya belum pernah terpikir sedikitpun akan maju dalam Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara).

Kedua,
Majunya saya di Kutai Kartanegara adalah juga hasil dari “Pertimbangan yg Dalam dan Matang” dan juga merupakan hasil dari Diskusi yg Panjang dengan Ayahanda saya. Alhamdulillah sebagai Orang Tua beliau merestui langkah saya untuk maju. Artinya dalam memutuskan majunya saya dalam Pilkada Kutai Kartanegara pertanyaan saudara tadi sudah kami bahas bersama secara Sangat detail dan Seksama.

Ketiga,
Saat ini Kutai Kartanegara dalam situasi Krisis Kepemimpinan yg sangat memperihatinkan. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara yg rencananya akan berlangsung pd Tgl. 1 Mei 2010 ini, adalah “Moment yang tepat” untuk merebut Kepemimpinan yg berorientasi pada “PERUBAHAN”. Mungkinkah masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara harus menunggu 5 atau bahkan 10 Tahun lagi untuk terjadinya Perubahan yg Lebih Baik..?

Keempat,
Sebagai Anggota DPD-RI saya hanya sebagai “Penyambung Lidah” bagi masyarakat, sementara apabila saya terpilih sebagai Bupati maka saya bisa lebih banyak berbuat untuk masyarakat Kaltim pada umumnya dan Kutai Kartanegara pd Khususnya, karena Bupati memegang kendali Pemerintahan.
Dipilihnya saya oleh mayoritas masyarakat Kaltim, tidak kemudian memasung Hak saya untuk bisa berbuat lebih banyak kepada masyarakat. Contoh saja Apakah memilih ayahanda Awang Faroek sebagai Bupati Kutim maka beliau tidak boleh mencalonkan diri sebagai Gubernur Kaltim, sementara jabatan Bupatinya di Kutai Timur belum selesai. Alhamdulillah ternyata dalam Pilgub yg lalu ternyata masyarakat Kutim dan Kaltim 65% memilih beliau. Apakah itu berarti ayahanda Awang Faroek tidak Amanah ?.

Lalu akan timbul lagi pertanyaan seperti ini:
-Awang Faroek sudah berprestasi*1) di Kutim dan sudah memimpin selama 3 tahun*2), sementara saya tidak?
*1)Penilaian berhasil atau tidaknya seseorang dalam mengabdi kepada masyarakat adalah masyarakat itu sendiri yg menilai, saya yakin masyarakat Kaltim dan Kukar Insyaallah bisa menilai Kinerja saya selama kurang lebih 6 bln ini di DPD-RI.
*2)Lama atau tidaknya Jabatan itu diemban sifatnya adalah Relatif tergantung sejauh mana saya memanfaatkan Jabatan tsb untuk masyarakat Kaltim dlm waktu singkat sekalipun ””’.’

Kelima,
Semua kembali pada Allah, SWT, jika niatan baik saya yg didasari oleh rasa keperihatinan yg mendalam terhadap Kutai Kartanegara ini direstui maka Insyaallah saya akan emban Amanah itu dgn sebaik-baiknya, jika tidak saya akan kembali sebagai Anggota DPD-RI seperti semula. Vox Populi Vox Dei atau Suara Masyarakat adalah suara Tuhan, artinya semua kembali pd masyarakat yg memilih juga nantinya.
Keenam, Perbedaan pendapat itu wajar dalam Demokrasi dan Semoga hal ini tidak mengurangi rasa persaudaraan kita yg sudah terjalin selama ini.

Hormat saya,

Begitulah kira-kira jawaban beliau melalui komentar di catatan kami face book ” Sandjaja Sandra ”

Sebagai warga Kaltim yang ingin melihat PERUBAHAN menuju KESEJAHTERAAN dengan semangat PATRIOT sejati untuk melihat bumi Kukar menjadi tempat berladang bagi semua warganya, maka tentunya kebaikan ini harus kusampaikan melalui berbagai forum.

Dalam dunia politik kita yang masih dipenuhi dengan segala Money Politic ( walau nggak ada buktinya ), peran masyarakat memajukan pemahaman tentang perlunya memilih yang benar calon pemimpinnya, maka dibuatlah tulisan ini.

Semoga masyarakat Kukar makin cerdas dalam menentukan pilihannya, bukan dengan kucuran dana maka kita gadaikan nurani kita pada sang penguasa, yang belakangan bukan menyejahterakan masyarakat umum tetapi malah menyengsarakannya.

Semoga ,

Awang Ferdi for Kukar

1 Komentar

  1. Wahai masyarakat Kutai Kartanegara, mengapa kita nggak dukung pemuda ini.
    Dia khan layak jadi pemimpin dibandingkan kompetitornya yang tidak pas kiranya dia dijadikan Imam kita…?

    Mari kita dukung Awang Ferdie yang mengusung tema Perubahan untu Kutai Kartanegara..?

    Salam,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Agustus 2017
      S S R K J S M
      « Nov    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
  • Cari