PEMIMPIN YANG RENDAH HATI


PEMIMPIN
Oleh Fatchiah E. Kertamuda

Sosok pemimpin yang rendah hati (humble) mulai langka ditemui di negeri ini. Ironisnya, pemimpin yang ada saat ini menunjukkan arogansinya di setiap kesempatan. Banyak pemimpin yang berpikir menjadi pemimpin adalah melakukan tugas, memiliki otoritas, memiliki posisi untuk memberikan perintah kepada orang yang dipimpin, memiliki kemampuan untuk mendapatkan pengaruh atas orang lain karena kepandaiannya.

Menjadi pemimpin yang humble berarti dia harus mendorong orang yang dipimpinnya dan memberikan mereka penghargaan dan pemimpin memberikannya sesuai haknya. Oleh karena itu untuk menjadi pemimpin yang rendah hati perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya sekadar pengetahuan, keterampilan dan bakat saja.

Jim Collins (2005) dalam artikelnya yang berjudul “Level 5 Leadership: A Triumph of Humility” menyatakan bahwa untuk menjadi pemimpin yang hebat, salah satunya dia harus mencapai level 5 dalam kepemimpinan. Level 5 merupakan level eksekutif, di mana seorang pemimpin telah memiliki ketahanan yang baik melalui kombinasi antara pribadi yang rendah hati dan sikap professional.

Namun, menurut Collins, untuk mencapai tingkat atau level 5 tersebut merupakan hal yang tidak mudah karena seorang calon pemimpin haruslah melalui level atau tingkat sebelumnya. Adapun tingkat sebelumnya adalah level 1, highly capable individual. Pada level ini, seorang pemimpin baru membuat kontribusi yang produktif melalui pengetahuan, bakat, ketrampilan dan kebiasaan baiknya dalam bekerja.
Apabila dilihat, level ini merupakan tingkat awal untuk menguji keterandalan kemapuannya dari berbagai hal. Melalui tahap ini merupakan hal yang akan membawanya memberikan suatu kemajuan bagi institusi yang dipimpinnya.

Pada level 2 yaitu contributing team member, seorang pemimpin turut berkontribusi meraih prestasi dalam meraih tujuan kelompok. Selain itu, pemimpin juga bekerja secara efektif dengan orang lain dan mengatur kelompok yang dipimpinnya.

Selanjutnya level 3 yaitu competent manager, peran pemimpin pada level ini adalah mengorganisir orang yang dipimpinnya dan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan. Faktor penting pada level ini adalah bagaimana pemimpin mampu bekerja sama dan sama-sama bekerja dengan orang-orang yang dipimpinnya agar visi misi institusi yang dipimpinnya dapat diraih.

Pada level 4, effective leader, pemimpin mulai mengkatalisis komitmen dan berusaha dengan kuat untuk mewujudkan visi dan menstimulasi kelompok untuk meraih kinerja yang tinggi. Pemimpin yang memiliki kemampuan ini akan dapat meraih suatu hasil yang diharapkan dengan terus memberikan motivasi dan semangat kerja dari orang-orang yang dipimpinnya secara bijaksana dan dengan penuh pertimbangan.

Perjuangan

Untuk melampau setiap level tersebut diperlukan perjuangan yang tidak mudah bagi seorang pemimpin. Setiap level tentu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda bagi setiap pemimpin.
Namun, bila semua level tersebut dapat dilalui meskipun sulit maka dia akan dapat menjadi pemimpin yang humble. Perlu usaha dan kerja keras dan juga ketulusan hati untuk dapat sampai pada level 5 sebagai eksekutif yang memiliki pribadi rendah hati dan juga kemampuan secara profesional.

Penelitian yang dilakukan oleh Rowatt et al (2006) mengungkapkan untuk menjadi seseorang yang rendah hati diperlukan lima hal yaitu yaitu ketulusan (sincerity), kejujuran (fairness), terbuka (open-mindedness), respek terhadap orang lain, dan tidak arogan, egois atau sombong.

Pareena G Lawrence seorang professor Economics and Management dari University of Minnesota, USA, dalam tulisannya berjudul “Neohumility / Humility and Business Leadership: Do they belong together?” mengemukakan bahwa tingkat yang dasar dari suatu kondisi kerendahan hati (humility) adalah tidak sombong, bijaksana, sabar, peduli, dan tulus.

Kondisi tersebut akan mengantarkan seorang pemimin untuk menjadi pemimpin yang rendah hati sehingga dia akan berperilaku sopan dan mampu mengendalikan diri.
Nampaknya beberapa hal tentang dasar untuk menjadi pemimpin yang rendah hati tersebut sangat sederhana dan mudah, tetapi dalam kenyataannya hal tersebut sangat sulit. Meskipun setiap orang merasa bisa/mampu, tetapi tidak semua yang merasa sebagai pemimpin dapat melakukannya. Salah satu faktor penting mengapa hal itu terjadi adalah keinginan untuk melakukannya.

Keinginan merupakan faktor yang memang hanya muncul dari dalam lubuk hati terdalam dari seorang pemimpin. Dan hal tersebut hanya mampu dilakukan seorang pemimpin yang humble dan memiliki karakter yang memang terbentuk tidak dalam sekejap. Namun sosok yang telah mampu melampaui banyak rintangan, tantangan dan telah dapat mengatasinya dengan penuh kematangan, kedewasaan sehingga dia menjadi pemimpin yang rendah hati.

Meskipun masih terdapat faktor-faktor lain yang dapat mewujudkan pemimpin yang diharapkan. Namun paling tidak, rendah hati bagi seorang pemimpin menjadi factor penentu dalam menjalankan tugasnya. Dengan kerendahan hatinya, maka setiap perilaku dan tindakannya akan menjadi cerminan diri positifnya dan tidak mementingan keinginan dan kesenangan pribadinya. Akan tetapi, dia akan menjadi pemimpin yang peduli dan akan lebih menghargai orang lain. Hal ini akan membuatnya menjadi sosok yang memiliki kepekaan terhadap lingkungannya. Sikap ini mencerminkan kewibawaan dan karismatiknya di dalam kepemimpinannya.

Sudahkah pemimpin negeri ini memiliki paling tidak tingkat dasar agar menjadi rendah hati? Pertanyaan ini penting untuk menjadi pertimbangan dan introspeksi diri bagi setiap orang yang memiliki otoritas dan pengaruh kuat di lingkungannya.

Pemimpin yang didambakan adalah pemimpin yang tidak berfi kir terlalu ekstrim ataupun terlalu rendah, tetapi pemimpin yang dapat mengajak orang-orang yang dipimpinnya untuk “thinking just right “.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s