Nazaruddin sudah tertangkap …? Akankah dia bernyanyi sekencang di luar Negeri ..?


Dengan tertangkapnya si Nazarauddin, apakah benar dia nantinya akan berani menyampaikan apa yang pernah disampaikan dalam teleconference  bersama media massa beberapa periode yang lalu.

Masyarakat tentunya sangat berharap si Nazaruddin berani mengungkapkan apa adanya hal yang pernah terjadi mengenai kebobrokan penyelenggara negeri maupun wakil negeri …?

Masyarakat akan sangat terpengaruh dengan si Gayus  dan si petinggi POLRI – Susno yang pernah berkoar tentang keterlibatan sejumlah petinggi negeri, tetapi fakta yang ada tidak terjadi sebagaimana yang disampaikan sebelumnya.

Untuk si Nazaruddin, sebagai pribadi pesimis akan terjadi hal yang seperti yang diharapkan masyarakat banyak tentang hal yang diributkan akan disampaikan sebagaimana sebelumnya.

Pudar …

Pudar kepercayaan masyarakat negeri akan kejujuran pengungkapan kasus – kasus korupsi di negeri ini.

Kita ingat kasus besar Century…..tak ada tokoh negeri yang diselidiki, malahan si SRI bisa jadi wakil negeri di Bank Dunia, sesuatu yang Prestige katanya. Langka ada anak negeri menjadi pilihan Bank yang sangat dipandang ini.  Hal sebaliknya malah si SRI akan dicalonkan menjadi Presiden RI di tahun 2014 nanti .

Miris pada anak negeri yang katanya cinta negeri …?

Waktulah yang akan menjawab semua ini.

08 Agustus 2011

2 Komentar

  1. 21 April 2011

    KPK menangkap Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Direktur Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manager PT DGI Mohammad El Idris di Kantor Kemenpora. Dalam penangkapan, KPK menemukan barang bukti berupa uang tunai 128.148 dollar AS, 13.070 dollar Australia, 1.955 Euro, Rp 73,171 juta dan cek Rp 3,2 miliar.

    11 Mei 2011

    Mantan kuasa hukum Mindo, Komaruddin Simanjuntak mengisahkan PT DGI memberikan sekitar 15 persen dari proyek wisma atlet senilai Rp 191 miliar kepada sejumlah pihak. PT Anak Negeri menerima 13 persen, dan Sesmenpora menerima 2 persen. Komaruddin adalah orang pertama yang menyampaikan dugaan keterlibatan sejumlah kader Parta Demokrat dalam kasus ini.

    12 Mei 2011

    Mindo membantah keterangan kuasa hukumnya dan mencabut nama Nazaruddin dari BAP.

    23 Mei 2011

    Dewan Kehormatan Partai Demokrat memberhentian Nazaruddin dari jabatan Bendahara Umum. Setelah putusan ini, Nazaruddin pergi berobat ke Singapura.

    24 Mei 2011

    Nazaruddin dicekal dan paspornya ditarik Direktorat Jenderal Imigrasi atas permintaan dari KPK.

    4 Juni 2011

    Tiga petinggi Partai Demokrat menemui Nazaruddin di Singapura.

    10 Juni 2011

    KPK mengirim surat panggilan untuk M. Nazaruddin, namun tidak memenuhi panggilan.

    13 Juni 2011

    KPK melakukan pemanggilan untuk kedua kali, Nazaruddin kembali mangkir.

    30 Juni 2011

    KPK menetapkan Nazaruddin sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan wisma atlet. Nazaruddin menyebarkan pesan pendek yang menyebut politisi Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir menyerahkan Rp 7 miliar ke Anas Urbaningrum untuk pengamanan media dan Andi Malarangeng menerima Rp 5 miliar.

    1 Juli 2011

    Berdasarkan pesan pendek Nazaruddin, melalui pengacaranya, OC Kaligis menyebut Mirwan menyerakan ke Anas Rp 2 miliar dan Menpora Andi Malarangeng Rp 4 miliar.

    3 Juli 2011

    Nazaruddin kembali mengirim pesan pendek yang menyebut dari proyek wisma atlet, Rp 9 miliar untuk DPR dan Rp 7 miliar untuk tim kongres pemenangan Anas.

    4 Juli 2011

    · DPP Partai Demokrat melayangkan surat peringatan pertama kepada M Nazaruddin

    · KPK mengajukan penerbitan red notice atas nama Nazaruddin melalui Mabes Polri.

    5 Juli 2011

    Kemlu Singapura menyatakan Nazaruddin tidak berada di Singapura sejak beberapa minggu silam.

    7 Juli 2011

    · Menteri luar negeri Marty Natalegawa menyebutkan Nazaruddin sempat berada di Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

    Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengaku mendapat kabar Nazaruddin berada di Pakistan

    18 Juli 2011

    DPP Partai Demokrat melayangkan surat peringatan ketiga sekaligus memberhentikan Nazaruddin dari keanggotaan partai.

    19 Juli 2011

    Melalui wawancara televisi, Nazaruddin menyebut ada permainan uang saat Anas Urbaningrum terpilih sebagai ketua umum di Kongres II Partai Demokrat.

    21 Juli 2011

    Nazaruddin menyebut Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja terlibat dalam pengaturan kasus suap wisma atlet sehingga hanya berhenti pada penetapan dirinya sebagai tersangka.

    22 Juli 2011

    Presiden SBY meminta Nazaruddin kembali ke Indonesia dan memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya menyangkut isu-isu internal partai.

    7 Agustus 2011

    Nazaruddin tertangkap di Kolombia.

    Sumber : Litbang Kompas/yoh/ndw, dari pemberitaan Kompas

  2. Semoga otak intelektualnya terungkap.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s