Budaya Malas ataukah Kurangnya Lapangan Pekerjaan …?


Fenomena berikut adakah gambaran kemalasan ataukah kurangnya lapangan kerja di negeri ini….?

 

TEMPO Interaktif, Jakarta -Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta bekerjasama dengan Dinas Sosial akan menginterogasi pengemis yang membawa anak. “Jika ternyata ada unsur trafficking, kami serahkan ke polisi,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Effendi Anas, Sabtu, 6 Agustus 2011.

Effendi mengungkapkan bahwa kebanyakan pengemis yang membawa anak, meminjamnya dari orang lain atau keluarga. “Orientasinya uang.” Anak-anak itu disewa seharga Rp 30-35ribu per hari.

Kapolda Metro Jaya, kata Effendi, sudah setuju untuk menindak. Mereka yang tertangkap meminjam anak akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002. Ancamannya, 10 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Menurut Effendi, jumlah pengemis yang membawa anak semakin berkurang. Meski begitu, pihaknya akan terus memantau. Razia dilakukan Satpol PP sejak 22 Juli hingga H-1 Ramadhan. Hal ini dilakukan karena menjelang lebaran, PMKS dari luar daerah seperti dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, kerap menyerbu Jakarta. “Sampai 15 Agustus, kami masih gunakan cara persuasif, beri peringatan, comot, keluarin lagi. Setelah itu, langsung dibawa ke panti, dikeluarkan setelah lebaran.”

MARTHA THERTINA

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s