Krisis Karakter Negeri Ini


Proses pembangunan karakter bangsa bukanlah hal yang gampang untuk diselesaikan pada saat ini, dimana kita sudah lebih senang menjadi manusia konsumtif, serba instan, serba bangga dengan produk luar dibandingkan bangsa sendiri, negeri industri yang mesin-mesinnya berasal dari negeri lain, budaya santai seperti, ” Tiada hari tanpa membuka Face Book dengan berceloteh ria “.

Ada potensi sebenarnya bagi negeri ini, coba perhatikan buruh-buruh pekerja yang rela berangkat pagi pulang petang, buruh yang rela tidur di dalam hutan, buruh yang rela bekerja di atas laut ( lepas pantai ).

Negeri ini perlu panutan dan penggerak yang sama antara ucapan dan lakunya.

Semoga akan muncul pemimpin yang seperti ini.

Amin

Indonesia Alami Krisis Karakter

MI/Alexander Priyasma
DENPASAR–MI: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengingatkan dalam lima tahun ke depan tugas berat yang harus diemban adalah membangun karakter bangsa.

“Presiden sudah mengungkapkan bahwa pembangunan karakter bangsa Indonesia belum selesai,” kata Jero dalam pembukaan rakor penyusunan rencana dan program pusat dan daerah di Denpasar, Kamis (8/4).

Jero menjelaskan krisis karakter bangsa sudah terlihat dalam beberapa tahun ini, dan tidak sesuai dengan karakter bangsa. “Contohnya kebiasaan orang senang memaki satu dengan lainnya, korupsi, tidak sportif, tidak menghormati pemimpin, bahkan anak tidak lagi hormat pada orangtua,” kata Jero.

Diakuinya membangun karakter bangsa memang tidak mudah. Terlebih saat ini masyarakat juga makin bersikap individual.

Ia mencontohkan mengapa batik, keris, dan wayang diakui Unesco sebagai warisan budaya tak benda. Menurutnya, Unesco mengakui benda-benda warisan bangsa Indonesia itu karena di dalamnya mengandung karakter-karakter dan ajaran yang mulia. “Jadi kalau Anda punya wayang, keris, dan batik, jangan hanya dipajang tapi dipelihara dan dipelajari makna di balik itu,” imbau Jero.

Ia juga telah menyurati Menteri Pendidikan Nasional agar setiap anak sekolah mulai dari SD hingga SMA wajib mengunjungi museum sedikitnya setahun sekali. “Dengan belajar sejarah dari benda-benda koleksi yang ada di museum, akan membangkitkan cinta Tanah Air dan diharapkan akan terbangun karakter bangsa,” jelasnya. (Nda/OL-06)

Iklan

2 Komentar

  1. “Semoga akan muncul pemimpin yang seperti ini.”
    Amin banget..
    semoga kelak saya besar nanti, Indonesia sudah maju 😀

  2. Amin ya Rabb…..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s