Suara-suara yang mengatasnamakan HAM


Tanggal 26 – 28 Maret ini, di Surabaya akan diadakan konggres kaum gay dan sejenisnya, kemungkinan akan batalnya acara ini karena tidak memperoleh ijin mulai dikecam oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan HAM.

Apa yang dimaksud HAM sebenarnya …?

Kita adalah negeri dengan Dasar Pancasila, dimana sila yang pertama menyebutkan, ” Ketuhanan Yang Maha Esa “. Ini adalah pandangan hidup yang telah disepakati oleh pendiri bangsa ini, pendiri yang masih punya jati diri dan budaya negeri Khatulistiwa.

Lalu , sekarang kita akan dirusak oleh pandangan-pandangan yang mengatasnamakan HAM. Negeri ini adalah negeri berketuhanan, mana ada agama di negeri ini yang memperkenankan adanya sesama jenis hidup bersama dan membolehkan eksistensinya…?

Kita harus tegas, jangan mau diatur oleh segelintir orang sesat yang berlindung dibalik kata-kata HAM.

Negeri ini harus punya jati diri dan berketuhanan, titik. Jangan biarkan ajaran sesat makin bebas saja tumbuh di negeri ini.

Berikut adalah suara-suara yang mengatasnamakan HAM :
( Suara pertama )

Lembaga Informasi dan Kreativitas Sehati (Lintas) yang mewadahi kalangan gay dan lesbian di Kediri meminta konferensi International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Intersex Association (ILGA) ke-4 tingkat Asia tetap digelar. Sebab menurut Lintas, kegiatan tersebut sudah mendapat izin dari Mabes Polri.
“Kalau ditanya tanggapan jelas kami menyesalkan, karena panitia sebenarnya sudah mendapatkan izin dari Mabes Polri untuk kegiatan ini. Kami juga menganggap terlambat, karena mengapa baru disampaikan setelah di blow up media,” kata Ketua Lintas Kediri, Adit dalam pesan singkatnya ke detiksurabaya.com, Rabu (24/3/2010).
Adit berpendapat pelarangan tidak semestinya terjadi, karena ILGA memiliki agenda penting dalam membahas sejumlah persoalan terkait sikap diskriminasi yang selama ini diberikan kepada komunitas lesbian, gay dan biseks. “Di kongres kami akan membahas banyak isu soal diskriminasi. Kalau Polda menolak apakah ada diskriminasi,” tuturnya.
Menurut dalam kongres itu nantinya tidak hanya membahas soal diskriminasi tapi juga pembahasan sejumlah permasalahan di daerah. “Selain untuk nasional dan internasional, banyak masalah-masalah daerah yang bisa terselesaikan,” tandasnya.
Konferensi kaum gay dan lesbian atau ILGA se-Asia rencananya akan diselenggarakan di Surabaya pada 26-28 Maret disalah satu hotel di Kota Pahlawan. Puluhan pasangan gay dan lesbian serta transgender akan bertemu.

( Suara Kedua )

Dukungan terhadap kongres lesbian, gay dan biseks yang rencananya digelar di Surabaya terus mengalir meski yang menolak banyak. Organisasi yang mengatasnamakan Komite Nasional Perempuan Mahardika yang mendukung kongres itu. Mereka menganggap sikap Polwiltabes Surabaya tindakan yang demokratis.
“Penolakan, pelanggaran dan kecaman terhadap pelaksanaan ILGA di Surabaya adalah bentuk pelanggaran HAM dan merupakan tindakan yang tidak demokratis,” kata Ketua Komite Nasional Perempuan Mahardika, Sharina dalam rilis yang diterima detiksurabaya.com, Rabu (24/3/2010).
Sharina juga mengecam tindakan Polwiltabes Surabaya yang tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan dan meminta kepada pemerintah dan aparaturnya bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba membatalkan pertemuan tersebut.
“Kami mengecam tindakan Polwiltabes yang tidak memberikan izin pelaksanaan pertemuan ILGA. Seharusnya pihak kepolisian bertugas menjaga, melindungi dan menjamin agar pelaksanaan pertemuan ILGA terselenggara sampai selesai
serta pemerintah harusnya bertindak tegas kepada siapapun, kelompok manapun yang membatalkan pertemuan tersebut, bukan sebaliknya,” tandasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap agar semua pihak mengakui hak-hak kaum lesbian, gay, biseks, transgender, dan intraseks.
“Kita juga meminta agar akui hak-hak kaum marginal seperti hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, berorganisasi dan hidup dalam rasa aman,” pungkasnya.
ILGA rencananya akan digelar pada 26-28 Maret di Surabaya dan diikuti peserta dari berbagai negara di Asia.

Iklan

3 Komentar

  1. selama ini orang selalu mengatakan tidak ada agama yang memperbolehkan homosexual
    tapi rasanya hanya agama ISLAM yang tidak memperbolehkan
    Kristen (di luar negri boleh)
    Hindu/budha, waria/homosex sebagai karma dimasa lalu yang harus di jalani dengan iklas

  2. Salam, cobalah berpikir rasional, siapa yang akan menyangkal bahwa manusia akan hidup terus tanpa mengalami mati. BILA MANUSIA AKAN MATI berarti kita harus sadar bahwa apa yang kita anggap bebas….. bebas….. bebas…. pasti ada batasan yang jelas. disisi anda ada orang lain dan lingkungan hayati dan hewani, berarti anda juga harus berbagi, berbagi berarti kewajiban, tugas dan tanggung jawab.
    Anda ingin bebas tanpa berbagi silakan saja buat komunitas sendiri di mana tidak ada manusia dan alam seisinya
    DISITU ADA AKAN TIDAK ADA TANGGUNG JAWAB, KEWAJIBAN DAN TUGAS, SEMUA ADIL TANPA DISKRIMINATIF
    Tapi bila masih merasa manusia berarti anda harus mau mengakui Hak orang lain dan Alam sekitar anda, SIAPA YANG CENGENG anda atau orang lain

  3. Nggak ada yang cengeng, yang ada hanya tidak ingin melihat yang menyalahi kepatutan. Kalau anda merasa patut itu adalah hak anda, suarakan hak anda.

    Saya hanya merasa punya hak menyuarakan bahwa ini tidak patut.

    Setan saja diberi hak untuk menggoda manusia, tetapi manusia khan juga punya hak untuk menolak berteman dengannya.

    Diantara hak – hak tersebut yang ada adalah saling mengalahkan. Lalu kenapa saya tidak boleh menyuarakan kebenaran menurut kami.

    Kalau di negeri ini tidak diperkenankan, bukannya diskriminatif , tetapi negeri ini tidak banyak yang berkenan dengan komunitas ini.

    Karena itu, silahkan cari tempat yang bisa anda diterima bersama komunitas anda.

    Salam.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s