Atas Nama Bhineka Tunggal Ika …?


Ya pakde, iki gara-gara terlalu wedi karo HAM. Kalau yang ini khan bukan masalah HAM lagi ya pakde , wis ilang budaya kita gara-gara HAM ( HAM = Hak Asasi Manusia bukan Hamburger ). Lah dalah….. Sila Pertama khan bicara Ketuhanan Yang Maha Esa… Apa ada agama yang membolehkan ini terjadi tah…pakde…? Sak enak udele dewe, ” Bhineka Tunggal Ika ” , emang apaan itu….? Jelas sudah hukumnya di dalam agama, kok bisanya diijinkan di daerah basis pesantren…? Kacau…..

Surabaya – International lesbian, gay, bisexual, transgender dan intersex association (ILGA) akan menggelar konferensi regional ILGA ke-4 tingkat Asia, 26-28 Maret 2010 di Surabaya.

Konferensi itu akan membahas isu krusial bagi perjuangan penegakan hak azasi manusia (HAM) bagi kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT) seluruh Indonesia maupun dunia, yang telah lama dimarginalkan dan penuh stigma serta diskriminasi.

“Kita akan saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan semangat kerja. Serta perkembangan-perkembangan terkini mengenai perjuangan kelompok-kelompok LGBT di
Asia menjadi sorotan utama dalam konferensi ini,” kata Widodo Budi Darmo, Program Manager Arus Pelangi dalam rilisnya ke detiksurabaya.com, Senin (22/3/2010).

Widodo menerangkan, ILGA mewakili dari 560 organisasi LGBT yang tersebar di 90 negara, termasuk Indonesia. Dia mengaku meski masih ada penolakan dari kelompok-kelompok terhadap keberadaan LGBT di Indonesia, tidak ada undang-undang yang melarang bercinta sesama jenis.

Menurutnya, berdasarkan pasal 28 UUD 1945, UU HAM pasal 5 ayat 3, serta konvensi-konvensi international, Indonesia seharusnya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada kelompok-kelompok minoritas seperti LGBT.

“Walaupun merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia bukan negara Islam. tetapi negara yang berazas pada Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Ia mengatakan, konferensi regional ILGA ke-4 Asia di Surabaya mendatang akan dihadiri 100 peserta yang terdiri dari 20 negara Asia. Usai konferensi, mereka akan menggelar pawai budaya di Kota Surabaya, untuk menunjukkan keragamaan budaya seluruh Asia.

“Konferensi nanti akan membahas dua bagian. Bagian terbuka, untuk umum yang diisi dengan diskusi pleno dan diskusi lokakarya. Sedangkan bagian tertutup, hanya diikuti oleh angota-anggota ILGA, untuk membahas urusan dan isu internal,” jelasnya. (roi/fat)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s