Susno Berbalas Pantun…, Ada Apa dengan Dia ..?


Ada Apa Dengan Susno dan Kepolisian …..?

Kasus adanya dugaan makelar kasus di Mabes Polri, dalam keterangan pers-nya Polri mengungkapkan secara jelas. tertuang dalam berkas perkara. Bahwa berkas perkara tersebut kemudian dikirmkan ke jaksa penuntut umum. selanjutnya dari JPU melakukan penelitian, kemudian berkas kasus tersebut ternyata masih kurang atau P19.
Namun, diantaranya disebutkan antara lain dilakukan penyitaan terhadap 395 juta yang merupakan transaski Roberto Santonius dan PT Megah Jaya Citra Garmindo. Setelah perkara P21, penyidik mengirim kembali barang bukti dalam perkara tersebut. Polri telah melakukan pemblokiran rekening tersangka Gayus Tambunan sebesar 25 Miliar.

Sebelumnya, Polri hanya bisa menyidik bukti transaksi sebesar Rp 395 juta. Oleh karena pembuktian itu harus bulat dan utuh jadi pada saat Polri menerima laporan hasil analisa dari PPATK polri belum mengetahui jumlah keseluruhan secara pastinya.

Seperti diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri, Direktur yang bertanggung jawab penangan kasus itu memang terjadi peralihan. Keduanya sempat disebut Susno dalam berbagai media. Serta beberapa orang Perwira Tinggi (Pati) yang diduga ikut terlibat dalam praktek markus di Mabes Polri.

Untuk menyelidiki informasi yang disampaikan Susno, dan pemeriksaan lebih lanjut. Susno akan diperiksa langsung oleh kadiv propam beserta tim, Kadiv Propam akan memanggil susno untuk menyampaikan data-data yang disampaikan agar memudahkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Namun, pada pemanggilan pertama yang dilakukan Kamis kemarin (18/3) Susno tidak datang dengan alasan adanya undangan dari tim satgas mafia hukum.

Padahal seperti diungkapkan oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Polsi melakukan pemanggilan pada pukul 09.00 WIB sedangkan jadwal acara dengan satgas Mafia Hukum tersebut berlangsung pada pukul 14.00 WIB. Rencananya Polri akan melakukan pemanggilan yang kedua pada hari Senin mendatang (21/3).

Kabareskrim menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya penyimpangan dalam penanganan kasus tersebut, tidak ada kantor markus di Mabes Polri. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan Susno tanpa didukung fakta adalah perbuatan melawan hukum yang merupakan penghinaan dan penistaan terhadap institusi Polri. Maka polri menyiapkan langkah hukum pertanggungjawaban atas pernyataan Susno Duadji.
Petinggi Polri yang insial namanya disebut Komisaris Jenderal Susno Duadji, turut hadir dalam jumpa pers di Mabes Polri. Dua petinggi yang inisialnya disebut Susno yakni EI dan RE. Dua inisial nama itu disinyalir adalah Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Raja Erizman dan Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Edmond Ilyas.

“Selamat datang kepada Pak Edmond Ilyas, Kapolda Lampung. Dan turut hadir pula Pak Raja Erizman,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/3). Edward juga menyebut kehadiran tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Adapula kehadiran dari tim penyidik kasus yang disebut-sebut Susno Duadji.

Kemarin, Susno diminta menjelaskan mengenai tudingan makelar kasus di instansi kepolisian. Susno bahkan menyebut inisial jenderal markus itu yakni antara lain EI dan RE. Susno mengatakan ketika dirinya masih menjabat sebagai Kabareskrim, pada 2009 lalu, terdapat laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Laporan itu tentang pembengkakan rekening seorang karyawan pajak atas nama Gayus M Tambunan. Uang dalam rekening itu senilai Rp 25 miliar. Namun, dalam penyidikan, uang yang dinyatakan bermasalah adalah Rp 400 juta. Sedangkan sisanya, yakni sekitar Rp 24,6 miliar tidak diketahui keberadaanya.

Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Raja Erizman membantah pernyataan Mantan Kabareskrim, Susno Duadji soal pencairan uang Rp 24,6 miliar di rekening oknum pegawai pajak, Gayus Tambunan.

Kata Susno sepert dilansir VIVAnews, uang itu dicairkan dan dibagikan pada oknum Polri. Menurut Raja Erizman, pencairan dana Gayus Tambunan terjadi saat Susno Duadji masih menjabat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri. “Dan waktu membukanya ini pun zaman Pak Susno. Jadi bukan seperti yang dikatakan setelah beberapa minggu (setelah Susno lengser dari Kabareskrim),” kata Raja Erisman di Jakarta, Kamis (18/3).

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s