PLN yang Tak Pernah Untung


” Kenaikan TDL adalah Domain Pemerintah, ” itu kata Dahlan. Mau Naik atau tetap tidak akan berpengaruh pada kinerja PLN. Begitulah kira-kira kata pak Dahlan.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyerahkan sepenuhnya rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar rata-rata 15 persen kepada pemerintah. Sebab, naik atau tidaknya tarif listrik pada Juli nanti tidak berpengaruh banyak terhadap keuangan PLN.

“Itu domainnya pemerintah. PLN tinggal terima saja. Mau naik ya naik. Bagi PLN sama saja, tidak ada bedanya,” ujar Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan di sela Forum Pertemuan Kementerian BUMN dengan tema ‘Setting Ekonomi Politik dan Prospek BUMN’ di Gedung Telkom kemarin. Oleh karena itu, dia mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan menaikkan TDL itu kepada pemerintah.
Menurut dia, keputusan pemerintah untuk menaikkan TDL, sebenarnya tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap keuangan PLN. Kenaikan TDL dilakukan lebih karena supaya pemerintah bisa menekan subsidi listrik yang harus dikeluarkannya. “Kalau PLN kan, naik atau tidak naik (TDL) pemerintah tetap kasih subsidi,” tambahnya.
Dia mengingatkan, menaikkan TDL merupakan wacana yang sangat sensitif. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti dana subsidi listrik, isu prorakyat hingga menyangkut sisi politik. Dengan begitu dia menilai kebijakan itu belum bisa dipastikan. “Meski dinyatakan akan naik pada Juli, tapi belum tentu akan naik juga,“ tuturnya.
Namun seandainya TDL diputuskan naik, Dahlan berharap tarif listrik untuk pelanggan 6.600 VA tidak lagi dinaikkan, karena kenaikannya sudah berlangsung. Saat ini, kata Dahlan, PLN lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan pelayanan publik dibandingkan memikirkan kenaikan TDL. “Yang penting itu menaikkan kualitas layanan publik. Pemerintah memikirkan TDL karena itu memang wewenangnya pemerintah,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan akan adanya kenaikan tarif dasar listrik pada Juli. Hal itu merupakan konsekuensi dari minimnya anggaran subisidi listrik. Dia mengaku sudah menambah anggaran subsidi listrik sebesar Rp 16,70 triliun, yaitu dari Rp 37,80 triliun dalam APBN 2010 menjadi Rp 54,50 triliun dalam APBNP 2010. Total anggaran subsidi energi tahun ini mencapai Rp 143,79 triliun, naik Rp 37,26 triliun dari alokasi APBN 2010.
Sementara itu, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jacobus Purwono menyatakan, rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15 persen merupakan kenaikan rata-rata berdasarkan golongan. “Kenaikan rata-ratanya 15 persen, jadi ada yang kecil, besar. Tergantung golongannya,“ kata dia.
Purwono mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan simulasi penerapan tarif baru itu. Sebab hal itu merupakan amanat dari Undang-Undang APBN 2010. Mengenai penambahan subsidi listrik tahun ini, Purwono menuturkan, itu merupakan kosekuensi dari molornya kenaikan tarif listrik yang seharusnya awal tahun. “PLN itu kan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, tapi sebagai perseroan tidak boleh rugi,“ jelasnya.(wir/jpnn)

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s