Pentingnya Perencanaan Untuk Membangun Sinergi


Menjaga Keseimbangan Alam dan Kebutuhan Pembangunan
Oleh : M. Roffii

APA kunci utama dari pada suksesnya suatu perencanaan pembangunan daerah? Jawabnya tidak lain adalah bila kebijaksanaan itu mekanismenya ditangani dan dilaksanakan oleh orang-orang yang bersendi pada norma-kejujuran. Fundamental kejujuran yang jelas akan memberi keyakinan untuk mencapai suatu keberhasilan. Baik perencanaan itu berupa rencana jangka panjang atau jangka pendek, seperti pendirian industri besar atau kecil, proyek jalan-raya, atau pembangunan perumahan yang ideal disetiap daerah. Dengan harapan bahwa motif dari kesuksan pembangunan daerah ini hasilnya akan menciptakan suatu atmosfir lingkungan hidup bagi rakyat yang jauh lebih baik.

Sementara, Pemda sanggup mengadakan perencanaan pembangunan tentunya secara praktis Pemda siap mempunyai modal atau idea. Tapi jikalau idea-idea itu dikombinasikan dengan modal yang cukup misalnya citra penciptaan investasi dalam perindustrian, apakah industri itu merupakan proyek nasional maupun pinjaman modal-asing, yang terpenting ada industri baru yang muncul di daerah. Misalnya industri pelayanan seperti perhotelan, angkutan, dan pabrik-pabrik besar atau kecil yang dapat memproduksi bahan komersiil kebutuhan-hidup dan lain-lain. Industri hasil bumi yang meliputi pertambangan, pertanian dan perkebunan, serta perikanan. Bila perlu industri berat galangan kapal, automotif, dan lain-lain.

Dengan adanya kegiatan industri baru ini berarti akan menyerap banyak tenaga kerja setempat baik tenaga skills maupun non-skills. Dengan kata lain, kesempatan kerja akan tersedia lebih banyak dalam masyarakat. Akan tetapi lebih penting lagi jika upah-buruh itu memadai. Sehingga ahirnya dengan tersedianya banyak berbagai jenis pilihan pekerjaan, upah-buruh yang baik dan mencukupi, hal ini merupakan salah satu faktor dalam usaha meningkatkan taraf-hidup rakyat. Ternyata, kaum-buruh adalah merupakan salah satu faktor ‘daya-beli-rakyat’ yang besar yang langsung berpengaruh terhadap besar -kecilnya tingkat pertumbuhan perekonomian daerah-daerah. Jadi dapat disimpulkan disini bahwa lingkungan hidup itu akan tercermin lebih baik bila pertumbuhan ekonomi itu berkembang seirama dengan perkembangan kesejahteraan kaum buruh.

Jelasnya saja perencanaan pembangunan itu tak terbatas pada jenis produksi industri komersil dan jasa. Tentunya, ada jenis perindustrian yang lebih menarik, misalnya proyek infrastruktur. Proyek ini meliputi pembangunan pembuatan jalan-raya yang baru, juga pembuatan atau perbaikan jembatan-jembatan tua, sekaligus termasuk pemeliharaan jalan-jalan yang ada. Contohnya, dengan pemancangan rambu-rambu, dan petunjuk jalan dan itu semua sebagai tanda agar pengendara terjamin keselamatanya. Pemasangan berbagai lampu-lampu hias sebagai penerangan jalan juga lampu lalulintas, semua itu dimaksudkan agar lingkungan hidup di sekitarnya akan lebih teratur dengan baik serta aman.

Bagusnya pola ini tidak saja memberi kesempatan kerja untuk umum, tapi dalam jangka panjang proyek jalan-jalan baru, termasuk gugusannya itu secara konstrukturil akan membuka hubungan perdagangan antar daerah yang lebih leluasa, mengatasi konggesi kendaraan dan polusi, juga bersifat menghemat waktu dan tenaga, disamping jalan-jalan raya sekaligus merupakan suatu keindahan kota. Itu semua adalah kebaikan adanya proyek jalan-raya beserta gugusannya. Namun, disamping ada bagusnya juga ada keburukannya.

Keburukannya proyek jalan raya ini bersifat sangat sensitif, yaitu Pemda membutuhkan lahan-tanah yang amat luas bahkan proyek ini akan menelan sejumlah kampung, pertokoan, rumah-rumah ibadah dan bahkan kota, dan lain-lain disamping biayanya sangat-besar. Akan tetapi sebagai pemerintah yang bertanggung jawab tentunya tidak berkeberatan untuk memberi penggantian tempat dan biaya pemindahan, hingga mereka dapat tinggal di lingkungan hidup yang baru. Jikalau Pemda dan penduduk dapat saling mengerti dan menghargai maka tidak akan terjadi masalah mengingat bahwa tujuan proyek itu adalah untuk kepentingan dan kemajuan bersama. Namun ada pilihan terbaik bila jalan-raya itu dibangun disepanjang pesisir-laut dengan cara ini maka tidak saja menciptakan keindahan jalur-alam yang lebih menarik, juga kenyamanan mengemudi, hingga kebijakan ini persengketaan dan penggantian biaya penggusuran dapat dihindari.

Bila perencanaan pendirian industri lancar, proyek jalan-raya tiada hentinya, dan kaum-buruh sehat kantongnya, lantas apa selanjutnya yang Pemda akan rencanakan? Impian Pemda harus bangkit dan terarah, yaitu merencanakan pembangunan perumahan-ideal. Dengan munculnya poryek perumahan yang ideal, proyek ini tidak lagi akan menciptakan Rumah-Empet-Empetan akan tetapi sebaliknya akan membangun sistem perumahan yang berkualitas; bagus-modelnya, kuat-bangunanya, tahan-lama, nyaman dan menyehatkan ditambah dengan kemajuan teknologi yang menyediakan pelayanan listrik, telephon, air-bersih dan sanitari yang bersih.

Selain itu, proyek ini akan membuka lapangan kerja juga perencanaan pembangunan Perumahan-Ideal ini banyak faedahnya jika pemerintah dapat memanfaatkan tanah-tanah lahan yang terlantar, tanah-gersang, hutan-liar dan sebaiknya tanah-tanah itu disulap menjadi perumahan yang sehat. Bukan lahan pertanian atau perkebunan milik negara yang ada. (Ingat pelanggaran ini akan mengakibatkan bahaya kelaparan di masa mendatang – jangka panjang). Jadi, singkatnya tanah pertanian dan perkebunan tidak boleh disentuh dan harus dilindungi. Demikian juga harus ditertibkan adanya penggundulan hutan secara gelap.

Sementara, jika pendapatan individu telah mencapai pada tingkat-hidup yang maksimal maka secara implisit orang akan tertarik untuk memiliki tempat tinggal tersendiri. Namun, akan lebih teratur dan harmonis bila tata bangunan itu memiliki sistim standar-bangunan yang digariskan oleh Pemda. Proyek dapat diserahkan oleh pemborong tapi harus memenuhi persaratan seperti penjelasan diatas. Penduduk yang mampu membangun sendiri tidak ada halangan asalkan tidak melanggar tata-tertib kebijakan bangunan dan memiliki akte-tanah serta ada izin bangunan. Tatatertib itu dimaksudkan untuk mengatur lingkungan hidup yang teratur, rapih, bersih dan menyehatkan

Kini saatnya memahami perumahan yang ideal. Perumahan Ideal adalah perumahan yang dibangun diatas tanah yang cukup luas menurut ukuran rumah yang sehat, ini berarti bukan rumah Gupon-Doro (Rumah-Burung). Tapi Rumah yang dibangun menurut tata-tertib perkotaan. Rumah boleh tersusun lebih dari satu lantai, tapi rumah harus berdiri sendiri dan ada jarak paling sedikit selebar satu mobil disebelah kanan atau kiri dan memiliki halaman depan dan belakang. Tata tertib yang demikian akan menciptakan lingkungan hidup yang menyehatkan bagi setiap penghuninya.

Jika perlu Pemda harus dapat menciptakan Dam-Dam Raksasa untuk penampungan air disposal dan sekaligus dipakai sebagai penciptaan air-bersih. Air-bersih dipakai sebagai bahan air-minum, air-cuci, air-mandi, dan pengairan sawah atau perkebunan disekitarnya. Disamping dam berfungsi sebagai tempat untuk menampung air bila terjadi bencana banjir. Juga jangan ditinggalkan proyek penghijauan, penanaman pohon-pohon hias dimuka atau dibelakang rumah, disepanjang jalan-raya, di taman-taman semua ini dimaksudkan untuk meramu keindahan-kota, dan penyegaran-udara yang akan membuat lingkungan hidup nyaman dan sehat. Lain dari itu, perlu juga diperhatikan tentang sungai sungai yang macet Larangan pembuangan sampah dan kotoran disungai-sungai supaya diperhatikan, harapannya agar lingkungan hidup di sekitarnya tetap bersih, segar, dan tidak berbau busuk.

Kesimpulannya, penanggulangan lingkungan hidup itu akan dapat teratasi bila perencanaan pembangungan daerah itu diarahkan untuk mempertumbuhkan perekonomian-daerah, meningkatkan kesejahteraan-rakyat, dan menetapkan regulasi-tata-tertib yang serius untuk melindungi tata-alam disekitar-kita. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s