Adakah ” Dulmatin ” lain setelah tewasnya Beliau…?


Sehubungan dengan tewasnya Dulmatin , apakah akan muncul Pemimpin lanjutannya gerakan Terorisme di negeri kita…? Dibawah ini adalah kutipan wawancara yang saya ambil dari Detiknews.

Wawancara Detiknews dengan Pengamat Terorisme Dynno Chressbon sehubungan dengan kematian Dulmatin :

Jakarta – Penggerebekan teroris di Aceh hingga tewasnya Dulmatin di Pamulang Selasa (9/3) menyimpan sejumlah tanya. Mengapa Aceh dijadikan basis baru? Lalu bagaimanakah kekuatan mereka pasca tewasnya Dulmatin? Apakah rencana kedatangan Presiden Obama juga diincar?

Menjawab pertanyaan di atas, berikut tanya jawab detikcom dengan pengamat terorisme Dynno Chressbon, Kamis (11/3/10):

Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri menyatakan kelompok pimpinan teroris Dulmatin merancang basis baru di Aceh. Mengapa Aceh menjadi basis?

Bersamaan dengan pecahnya konflik di Ambon pada tahun 1999, pemimpin Al Qaeda mengutus Umar al Farouk untuk berangkat ke Aceh. Dengan didampingi Dulmatin dan Hambali, Umar pergi ke Aceh pada 19 Desember 1999 dan bertemu Front Mujahidin Islam Aceh.

Bersama Front Mujahidin Aceh, mereka pun berangkat bersama-sama pada 21 Desember 1999 dengan menggunakan kapal militer ke Ambon. Itulah hubungan pertama poros Aceh dan Ambon.

Ingin mendirikan basis di Aceh karena kelompok-kelompok yang memiliki gerakan Islam Aceh punya kedekatan psikologis dengan kelompok di Filipina. Mereka ingin mendirikan Republik Islam di Aceh.

Sementara itu, operasi juga terus berlangsung, Hambali memerintahkan Dulmatin dan Imam Samudra untuk melakukan pelatihan pembunuhan target personal, yaitu targetnya presiden kala itu, Megawati Soekarnoputri. Dulmatin mendapatkan kepercayaan melakukan itu. Itu pertama kali poros Aceh, Pandeglang dan Ambon melakukan latihan bersama.

Pada awalnya, ketika di Ambon, Hambali dan Al Farouk pernah menawarkan pelatihan ke pimpinan GAM, tapi GAM menolaknya karena GAM tidak berminat untuk mendirikan negara Islam di Aceh. Setelah agak renggang, dengan kesepakatan Abu Sayyaf, mereka kembali menjalin hubungan dengan Front Mujahidin Aceh. Pada awal Januari 2010, mereka konsolidasi ke Aceh.

Sebagai tambahan, kelompok di Aceh juga pernah dikonsolidasikan Noordin M Top untuk ikut pelatihan bom di Palembang.

Mengapa Dulmatin keluar Mindanao, bukankah ada kesepakatan dia dkk tidak keluar dari daerah itu?

Begini, pada Mei 2007, mereka dikepung banyak orang, lalu pada Oktober mereka lari ke Indonesia. Mereka sempat kembali lagi ke Filipina dan dikepung di Tawi-tawi sehingga kembali lagi ke Indonesia pada Mei 2009.

Terhitung sejak Mei 2009, Dulmatin sudah tidak pernah pergi ke luar dan hanya berada di kantong massanya di Jawa Tengah.

Dan mereka tidak ada kesepakatan (tidak keluar dari Mindanao) seperti itu karena Dulmatin mendapatkan tugas dari Zulkarnen untuk membantu Noordin dan Dr Azhari dalam penyerangan-penyerangan di Indonesia. Hal itu karena sosok Dulmatin punya kemampuan serangan bersenjata dibandingkan nama-nama lainnya.

Jika tingkatan Zulkarnaen lebih tinggi dari Dulmatin, mengapa AS lebih menghargai Dulmatin lebih mahal?

Karena Dulmatin dan Fathurrahman al Ghozi lebih aktif menyerang di Filipina dan Indonesia. Jadi (dihargainya) bukan karena hirarki jabatan mereka. Zulkarnaen itu tetap sebagai pimpinan bersenjata mereka.

Bagaimana kekuatan mereka pasca Dulmatin tewas?

Menurut saya, Zulkarnaen dan Umar Patek akan merapatkan barisan. Tradisi mereka, kalau ada jaringan mereka yang terluka, maka akan lebih ganas lagi. Artinya, ke depannya kalau tidak segera diantisipasi, ancamannya akan lebih maksimal terhadap state (negara).

Ada di mana Zulkarnaen dan Umar Patek sekarang?

Zulkarnaen dan Umar masih di kepulauan Jolo, Filipina. 3 Minggu lalu, mereka masih terlibat (baku tembak) dengan militer Filipina. Tapi memang ada kelompok yang menciptakan rumor seakan-akan mereka ada di Indonesia.

Apakah mereka akan ke Indonesia dalam waktu dekat?

Menurut saya, mereka lebih strategis di Filipina, karena tenaga mereka lebih dibutuhkan oleh Moro Islamic Liberation Front dan Abu Sayyaf. Mereka akan tetap memilih tinggal di Filipina dengan tetap mengontrol Indonesia.

Lalu di Indonesia, siapa pengganti Dulmatin?

Masih banyak veteran Afghanistan dan Moro yang mengantre untuk ditunjuk sebagai pemimpin pasca Dulmatin tewas.

Apakah kedatangan Obama akan menjadi target mereka?

Saya pikir, isu serang Obama itu isu mereka di tahun kemarin. Dan sekarang dengan matinya Dulmatin, maka jika pun mereka menjadikan Obama sebagai target, maka tidak akan tercapai juga.

Sebab, mereka harus segera mencari pimpinan baru dulu. Sehingga tidak mungkin menjadikan Obama sebagai target, butuh waktu 3 bulan untuk mencari pengganti Dulmatin. Jadi bisa saya bilang, kedatangan Obama nanti akan aman-aman saja.

Benarkan kondisi ekonomi yang mempengaruhi ideologi mereka?

Jika menggunakan analisa sosiologis, itu iya. Mereka dikenal anti demokrasi dan anti sekulerisasi. Mereka ingin menciptakan negara dengan konsep keislaman. Dalam prinsip mereka, apabila Barat menegakkan demokrasi dalam militer, maka mereka juga akan menegakkan syariat dalam militer.

Apakah ideologi mereka bisa mati?

Tidak akan bisa. Maka itu, harus ada program deradikalisasi untuk memotong ini. Harus ada pemotongan generasi.

Apakah anak-anak mereka harus dilokalisir?

Ya, dan itu tugas negara, bukan hanya Departemen Agama.

Apakah selama ini Anda melihat pemerintah sudah serius mengurusi hal ini?

Selama ini, tidak ada badan khusus untuk menangani isu terorisme ini. Setelah Presiden SBY terpilih, baru muncul gagasan dibuat badan penanggulangan teror. Program itu dijadikan sebagai program 100 hari, tapi ini sudah 100 hari, kok nggak nongol-nongol juga.

Dan bukan hanya badan saja, tapi juga harus ada anggarannya. Jangan anggaran untuk menolong Bank Century dan menguntungkan penjahat. Terorisme ini berdampak sistemik, malah lebih sistemik dari Bank Century.

( sumber : Detiknews )

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s