Omong Kosong Apalagi dengan Calon Ketua PBNU…?


Berita berikut menyampaikan bahwa Calon Ketua PBNU berjanji tidak akan berpolitik praktis. Benarkah…? Biasanya dalam masa mencari dukungan kata-kata manis selalu meluncur seperti ini adanya. Sudah berapa kali ketuanya mencalonkan untuk jabatan…?

Mari kita tunggu dan lihat saja…, sebab biasanya yang ada adalah ” Kau yang Memulai dan kau yang mengakhiri ”

Muhammad Nur Hayid – detikNews
Jakarta – Menjelang Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) pada 22 Maret mendatang, para kandidat terus meyakinkan kaum nahdliyin bahwa merekalah yang layak untuk menjadi ketua umum. Dalam acara sarahsehan Ikatan Sarjana NU, mereka bertarung soal visi misi bagaimana membesarkan NU dengan segala tantangannya.

Salahudin Wahid misalnya. Adik Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini berjanji menjadikan NU terbebas dari politik praktis sebagaimana yang selama ini terjadi. Gus Solah juga menjanjikan politik NU lebih mengarah kepada politik kebangsaan sebagaimana semangat lahirnya pada tahun 1926.

“Saya kira NU ke depan harus memainkan peran strategis di masyarakat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keluar dari politik praktis. NU harus menjadi kekuatan masyarakat sipil yang menjadi kontrol terhadap kekuatan negara yang tidak berpihak kepada umat,” kata Gus Solah dalam acara yang bertema ‘Implementasi Pikiran-pikiran Gus Dur terhadap Jami’ah NU’, di Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2010).

Pilihan ini diambil, menurut Gus Solah, karena gerakan sosial yang selama ini dikawal NU tidak otomatis dimanfaatkan sebagai gerakan politik. Hal ini terbukti dari besar pengaruh Gus Dur sebagai kekuatan masyarakat sipil saat itu termasuk dari kelompok minoritas, tetapi tidak otomatis menjadikan PKB yang dibentuk Gus Dur menjadi besar.

“Siapa yang meragukan kekuatan sosial NU saat dipimpin Gus Dur? Tetapi semua kekuatan itu tidak bisa dikonversi menjadi kekuatan politik,” papar Gus Solah.

Sementara itu, calon ketua umum lainnya, Ali Maschan Musa, juga berkomitmen menjadikan NU menjadi diperhitungkan dalam kancah nasional dan global jika terpilih sebagai ketua PBNU.

“Pertama-tama saya akan mengembalikan NU sebagai semangat pendiriannya organisasi ini yang dilakukan oleh KH Hasyim Asy’ari. Karena dengan mengawal NU menjadi organisasi yang mengedepankan persatuan, saling menolong dan sosial kemasyarakatan, NU akan menjadi besar kembali,” imbuhnya.

Putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang menjadi salah satu pembicara dalam acara itu berharap Ketum PBNU bukan berasal dari politisi yang menghadapkan NU untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Saya berharap ketua umum PBNU nanti tidak kedunian, tetapi ketua umum yang bersih dan suci,” kata Yenny.
(mpr/irw)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s