Bicaranya ICW kok pakai bahasa ” Mungkin “….


Ada apa dengan ICW….? Bicaranya kok nggak pernah pakai data ? Kemungkinan kok disampaikan..? Mbok yao mulai bicara pakai data dan fakta, gimana mau menelusuri masalah Korupsi kalau dasarnya cuma berandai-andai saja..?

Namanya ” Watch ” itu khan seharusnya memakai mata yang bener dan bukan mata buta…? Kok senengnya bikin keruh suasana saja.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai mungkin saja ada data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditutupi Pansus Angket Century. Salah satunya adalah data tentang Letter Of Credit (L/C) bodong milik sejumlah nama yang selama ini ramai di media massa.

“Sangat mungkin saja. Itu namanya juga keputusan politik, bisa di resume, kesimpulan, atau lainnya,” kata Wakil Koordinator ICW, Emerson F Yuntho, lewat telepon, Sabtu (13/3/2010).

Emerson merespons Staf khusus Presiden SBY Andi Arief yang menuding Pansus Angket Bank Century tidak memaparkan data lengkap audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century. Andi menduga ada fakta tentang L/C bodong milik politisi PKS Muhammad Misbakhun yang ditutup-tutupi.

“Siapa pun yang diduga melakukan itu harus disebut, kalau indikasinya begitu, kita memang ragukan sejak awal integritasnya,” jelas Emerson.

Tidak hanya kinerja Pansus, ia juga menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu dikritisi. Sebab, pemberian informasi keuangan yang disampaikan, khususnya dalam kasus Century kurang lengkap.

“Ada beberapa nama yang di-keep di laporan BPK. BPK juga kan ada yang politis dan ada yang punya interest politik,” lanjutnya.

Ancaman Terhadap KPK

Masih terkait Century, Emerson juga mengkritik sejumlah anggota Dewan yang mengancam KPK dengan penolakan tambahan anggaran jika kasus Century tidak segera naik ke penyidikan. Menurut dia, jika ingin mengkritik penanganan kasus, jangan hanya Century. Kasus lain yang melibatkan para politisi DPR pun harus didesak agar dipercepat.

“Kalau mau fair jangan hanya Century. Semua kasus dong, termasuk kasus Agus Condro,” tambahnya.

Sementara, untuk evaluasi kinerja tidak perlu dengan ancaman memangkas anggaran. Lagipula, penanganan kasus Century tidak hanya di KPK, melainkan juga di kepolisian dan kejaksaan.

“Kenapa hanya di KPK saja, Kejaksaan dan Kepolisian tidak diancam juga dengan anggaran. Ini kan jelas ada kepentingan,” tutupnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s