Korupsi adalah Budaya Kita ( Pantaslah susah diberantas )…


Kebiasaan yang terjadi didalam kehidupan bermasyarakat yang berlangsung turun temurun, biasanya bisa kita katakan sebagai budaya.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, proses pembuatan KTP kalau ingin cepat bisa kita lakukan dengan memberikan sejumlah uang untuk orang tertentu. Begitu juga dalam proses pembuatan SIM ( Surat Ijin Mengemudi ), walau di area tersebut dicantumkan bahwa agar proses pembuatan SIM dilakukan melalui Counter Resmi tetapi masih ada juga yang melalui pintu tertentu.

Pada saat mengurus Legalisir Ijazah di Depdikbud, kita juga harus merogoh sejumlah uang hanya untuk sebuah stempel dan tanda – tangan.

Memperhatikan semua ini, maka bisa kita katakan bahwa di Indonesia Korupsi adalah salah satu budaya kita.

Padahal , didalam agama Islam ” Korupsi ” dinilai sebagai perbuatan yang diharamkan. Dari mayoritas penduduk negeri ini yang muslim maka bisa kita nilai bahwa doktrin-doktrin tentang dosanya orang yang korupsi masih numpang lewat saja di masyarakat kita.

Budaya ini ternyata memang susah untuk didelete dari budaya kita.

Contoh kasus yang baru adalah sebagaimana tulisan di bawah ini :

Mantan Kasir Kasubag Administrasi dan Perjalanan Dinas Kemlu, Adang Sudjana, juga mengakui adanya aliran dana ke mantan petinggi Kemlu, NHW. Pengakuan serupa juga disampaikan Ade Sudirman, Kasubag Verifikasi Kementerian Kemlu.

“Ada perintah kepada Ade Sudirman untuk menyiapkan sejumlah uang dan meminta bantuan Adang untuk memasukkan uang tersebut ke dalam kardus,” ujar Irfan Fahmi, kuasa hukum Adang Sudjana, di Gedung Bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2010).

Menurut dia, perintah tersebut diberikan oleh mantan Kabiro Keuangan Ade Wismar. Setelah itu kliennya diminta menyampaikan uang senilai Rp 1 miliar yang telah berada di dalam kardus kepada NHW.

“Menurut keterangan Ade Sudirman uang tersebut untuk diberikan ke mantan Menlu, yang diambil oleh Sekretaris Kabiro Ade Wismar, Asep,” tuturnya.

Selain mengakui aliran dana ke mantan Menlu, Adang juga mengakui adanya permintaan rutin uang untuk Sekjen sebesar Rp 25 juta per bulan. Permintaan yang berlangsung hingga akhir 2009 itu disampaikan melalui Tusmiati, sekretaris Sekjen Kemlu.

“Klien saya tak mengetahui uang tersebut untuk apa,” sambung Irfan.

Sebelumnya, Ade Sudirman mengakui bawa ada aliran dana untuk membantu pembangunan rumah mantan Menlu NHW Rp 1 miliar dan untuk Sekjen IC sebesar Rp 2,35 miliar. Aliran dana tersebut diminta oleh Ade Wismar Wijaya. Selain kepada 2 pejabat teras tersebut, aliran dana juga mengalir ke para pejabat Eselon II dan Kabiro Kemlu.

Lalu, kapan budaya ini bisa hilang dari bumi kita…?

Ibrahim, dahulu pernah menghancurkan berhala-berhala hanya untuk merubah nilai budaya tersebut. Muhammad yang memperoleh julukan Al Amin -pun perlu waktu untuk menumbangkan kaum Jahiliyah di Mekkah dengan menyampaikan tentang kebenaran Islam.

Maka, untuk Indonesia kita perlu ” Apa ” dan ” Siapa “…?

Salam,

Iklan

2 Komentar

  1. Untuk mengurangi kebiasaan buruk ( korupsi ) hrs dimulai dr diri kita sendiri, jangan pernah memberi uang suap, sejauh bisa dilakukan sendiri kenapa hrs minta bantuan tenaga orang lain. Seperti ngurus perpanjangan STNK, tdk perlu minta bantuan calo, urus sendiri & tdk njlimet, semuanya lancar & mudah.
    Hukuman utk Koruptor di Indonesia belum membuat pelaku jera karena hukuman masih setengah2, baru berjalan separo hukuman sdh dibebaskan, sebaiknya meniru negara2 yg maju, hukuman bagi koruptor lebih tegas, ( hukuman mati, hukuman gantung, hukuman tembak mati ato sejenisnya ), capek dech.

  2. Yah ini bu problemanya,
    Ambil surat pengantar dari RT untu kekelurahan saja kalau nggak ngasih angpau susah dapat secarik kertasnya.

    Dari RT saja sudah begitu , gimana ntar kelurahan, kemudian kecamatan.
    Padahal kita perlu juga atas kertas ini, maka jadinya akan jadi kewajaran padahal seharusnya tidak wajar.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s