Benarkah SBY akan lindungi Budiono….?


Satu hari setelah sidang paripurna Pansus Century, dimana mayoritas dewan telah memutuskan Opsi C sebagai keputusan Paripurna. SBY kemudian melakukan siarang langsung untuk memberikan pandangannya tentang keputusan tersebut.

Dan satu hari setelah itu, Budiono melakukan hal yang sama, dimana dia menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri sehubungan dengan keputusan politis tersebut.

Adapun hal yang disampaikan oleh SBY, berbagai media telah menggarisbawahi bahwa SBY mengatakan bahwa Budiono dan Sri Mulyani tidak bersalah adanya.

Benarkah SBY akan mempertahankannya…?

Menurut pandangan saya , ” Nonsen ”

Coba kita simak kalimat beliau dalam pidatonya,

” Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Sayang sekali bahwa dalam proses perdebatan yang berlangsung selama bekerjanya Panitia Hak Angket, sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Bank Century dilakukan. Sering dilupakan pula bahwa tanah air kita beruntung, karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah terbentuk yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani Indrawati dan Prof. Dr. Boediono, dua putra bangsa, yang rekam-jejaknya tidak sedikit pun meninggal- kan catatan buruk terkait dengan kompetensi, kredibiltas, dan integritas pribadinya.

Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. Dua pertemuan itu sangat penting, karena para pemimpin dunia bertemu, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama mengatasi krisis perekonomian global yang mencemaskan itu.

Dari informasi serta keterangan yang kemudian kita ketahui bersama, keputusan penyelamatan Bank Century adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Pilihan yang tersisa hanya ada dua: menutup Bank Century atau menyelamatkannya. KSSK melalui rapat maraton beberapa hari sebelumnya hingga yang terakhir di tengah malam hingga dini hari pada tanggal 21 November 2008, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Maka dikucurkanlah dana penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun.

Perlu kita ingat kembali, hari-hari itu situasi Jakarta penuh dengan rumor dan spekulasi mengenai bakal terjadinya krisis berantai di bidang perbankan. Pengalaman di banyak negara, termasuk di Indonesia sendiri tahun 1998, terjadinya krisis kepercayaan yang
bergerak cepat dan meluas terhadap kesehatan perbankan dapat benar-benar menjadi pemicu krisis yang sesungguhnya.

Sekali lagi di saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu – antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu Nomor 4 Tahun 2008, memang tidak memerlukan keterlibatan Presiden. Meskipun demikian, saya dapat memahami mengapa keputusan penyelamatan itu dilakukan. Tidak cukup hanya memahami, saya pun membenarkan kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.

Dengan keyakinan yang kuat bahwa krisis benar-benar terjadi, saya percaya bahwa siapapun yang berkewajiban mengambil keputusan pada saat itu pasti akan melakukan hal yang sama. Siapa saja berkewajiban untuk memadamkan sekecil apa pun api yang dapat jadi pemicu kebakaran yang akan melumpuhkan dunia perbankan. Dan kita tahu sekarang ini dunia perbankan bukanlah hanya milik para bankir. Dunia perbankan berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi rakyat, seperti pedagang kecil, petani, pegawai, bahkan pensiunan, penata-laksana rumah tangga, dan mahasiswa.

Oleh karena itu, atas kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan tidak hanya Bank Century, namun penyelamatan sistem perbankan nasional, bahkan menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis ekonomi global, saya tanpa ragu sedikitpun menegaskan bahwa kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pemimpin negara, saya berkewajiban menghindarkan perekonomian nasional dari krisis baru yang berbahaya sebagaimana pernah terjadi di tahun 1997-1998.

Untuk mencegah berulangnya pengalaman buruk lebih dari sepuluh tahun lalu itu pada akhir Oktober 2008, saya telah memberikan arahan dan direktif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis global sambil memelihara pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja keras kita, kedua sasaran itu dapat kita capai.

Di samping itu, guna melindungi kehidupan rakyat kita, terutama masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah, selaku Presiden saya juga menginstruksikan dan menjalankan tujuh prioritas pengelolaan ekonomi di kala krisis, yaitu mengatasi dan mencegah bertambahnya pengangguran, menjaga pergerakan sektor riil, mencegah kenaikan harga-harga atau inflasi, menjaga daya beli masyarakat, terus membantu dan melindungi rakyat miskin, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan dan energi, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga agar ekonomi kita tetap tumbuh.
Dalam kaitan ini semua, kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya kita letakkan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perekonomian kita dari krisis.”

Coba kita simak kalimat beliau pada yang diberi tanda tebal.

Jika dewan tetap mengawal jalannya proses penyidikan dan ternyata terbukti proses pengambilan keputusan tersebut salah , maka saya yakin SBY akan melarikan diri dari tanggungjawabnya dengan alasan pada saat tersebut beliau berada di Luar Negeri dan Undang-undang yang ada yang memperkenankan proses pengambilan keputusannya tanpa harus memperoleh persetujuan beliau.

Maka dari itu, tidak tepat adanya alasan penyampaian pidato bapak Budiono sehubungan dengan keputusan paripurna tersebut, karena dengan keyakinannya akan memperoleh back up dari SBY bisa tidak ada nantinya.

Tetapi , tentu semuanya ini hanyalah analisa semata dari sudut pandang pribadi terhadap sikap beliau selama ini.

Wallahualam, mari kita tunggu proses penegakan hukum di negeri kita ini , apakah benar-benar akan ditegakkan atau hanya basa basi belaka pada saat tertentu…..

Note :
Bagusnya pak Budiono-lah yang paling tepat menyatakan dirinya benar atau tidak….. Dan dengan legowo mengundurkan diri agar citra tentang kejujurannya tidak ternoda.

Salam

Iklan

3 Komentar

  1. pidato tsb semakin menunjukkan bahwa sby memang sangat lihai menarik simpati…mengenai isinya….banyak bisa dianalisis…..

  2. Tanggapan eSBeYe mengenai hasil Sidang Paripurna DPR kemarin sangat mentah dan seakan-akan membela Sri dan Boed…

    dimana pak eSBeYe mengatakan bahwa keputusan Bailout century sudah tepat karna untung mengatasi krisis keuangan dinegeri ini..

    klo begitu caranya, percuma saja dunk kerja Pansus Century 2 bulan belakangan, siang malam mereka bekerja mengorek dan mencari tahu tentang kasus Century ini.

    yg pasti, semoga saja keadaan Negara kita ini semakin baik dan semakin maju.

    salam kenal 😀

    Bisnis Oriflame Online

  3. Yang paling nggak demen ama sistem di kita adalah dalam hal pengambilan keputusan ini mengapa tidak melibatkan JK yang pada saat itu memegang sebagai PLT Presiden.

    Apakah karena mereka tahu bahwa JK akan menjadi kompetitor SBY pada Pilpres mendatang…?

    Wallahualam, mengapa mereka mengabaikan keberadaan JK…?

    Hanya hati mereka berdua yang tahu jawabannya.

    Masalah krisis, mengapa pada saat itu saja ada dua perbedaan pandangan,

    JK bilang tidak krisis, tetapi mereka bilang krisis….?

    Hanya Allah yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

    Salam kenal kembali buat Oriflame


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s