APA PENDAPAT ANDA TENTANG VALENTINE’S DAY ….?


Valentine’s Day

Setiap tanggal 14 Februari, bukan hal yang baru kalau kita melihat dan mendengar adanya perayaan hari ini. Apa dan Mengapa ada hari ini….?

Apa itu Valentine’s Day…?
Hari Valentine ( Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido bersayap. .
Mengapa Ada Valentine’s Day…?
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.

Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.

.Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen
Perkembangannya ?
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik “Happy Valentine’s”, yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide orisinal.
Pandangan Kontra terhadap Hari Valentin…
Perayaan Hari Valentine identik dengan perbuatan kemaksiatan. Karena mereka yang merayakannya sangat erat akan hura-hura, mubazir, berzina, pesta, dan lainnya. Ironisnya, kegiatan ritual yang bukan berasal dari Islam ini juga digandrungi juga remaja muslim di Indonesia. Mereka yang muslim-muslimah menjiplak dan menghalalkan kegiatan negatif yang merupakan budaya barat. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena mereka belum memahami historis hingga terjadinya Hari Valentine. Ditambah juga melemahnya pemahaman mereka tentang ajaran Islam.
“Begitu banyak pelanggaran yang ada dalam perayaan ini. Untuk itu, sebagai muslim lebih baik menjauhinya. Islam sudah mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya sebatas kepada manusia, Islam menyuruh untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk hewan dan binatang tanpa harus ditentukan waktunya,”
Sangat menyayangkan sikap para orangtua yang membebaskan anaknya keluar untuk merayakan Hari Valentine. Karenanya tidak heran jika anak-anak mereka pada malam perayaannya tidak pulang ke rumah. Untuk itu, ini sangat erat akan perhatian orang tua dalam hal memberikan pengawasan dan pendidikan agama terhadap anaknya.
Demikian juga, setiap tindakan apalagi yang terkait dengan suatu ritual tertentu mesti harus mendapat perhatian dari orang tua. “Setiap orangtua harus memahami betul ajaran agama yang terkait dengan budaya-budaya barat. Sehingga memudahkan pengawasan terhadap anak-anaknya untuk tidak berbuat kemaksiatan atau yang melegalkan segala pelanggaran norma-norma Islam,”

Bagaimana Pandangan Anda….?
Apakah anda akan mengatakan ini adalah suatu geliat budaya biasa…?
Apakah anda akan mengatakan bahwa Kegiatan ini akan memutar roda perekonomian…?
Apakah anda akan mengatakan bahwa “ No Comment “ karena tanpa Kegiatan ini-pun akhlak anak negeri sudah hancur lebur, Korupsi, Perselingkuhan, Perzinahan, Mabuk-mabukan,….
Apakah anda akan membiarkan anak anda merayakannya tanpa memberikan pemahaman terlebih dahulu tentang hal ini…….
Atau…………………………………….?

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s