Tangisan-tangisan itu….


Tangisan – tangisan itu masih terbayang

Dalam tayangan media elektronik beberapa hari yang lalu, disampaikan gambar anak-anak SD di suatu kota yang bukan tertinggal yaitu Kota Malang sedang menangis menarik-narik bangku sekolahnya yang sedang diangkat oleh seorang bapak. Beberapa siswa dan siswi terlihat menarik bangku tersebut dengan tenaga seadanya disertai isak tangis mereka , tetapi apalah daya bangku tersebut tetap diambil sang empunya.

Gambaran ini memflashback memoriku saat menangis meminta sesuatu kepada ayah dan ibu sewaktu kecil dahulu.

Kejadian ini cukup memprihatinkan karena terjadi di salah satu kota pelajar di Jawa.

Menurut informasi yang ada, bangku-bangku tersebut ditarik lagi dari sekolah karena belum dibayar oleh Dinas Pendidikan. Padahal bangku-bangku tersebut telah ada di sekolah tersebut sejak tahun 2006. Menyedihkan sekaligus merinding melihatnya.

Dari seberang pulau saya hanya berharap kepada para caleg-caleg di kota tersebut bisa mengalokasikan dananya untuk menarik bangku-bangku tersebut kembali ke sekolah . Saya yakin, lebih besar dana yang telah keluar dari kantong bapak dan ibu untuk memenangkan pemilu legislative daripada untuk membayar / menalangi bangku-bangku tersebut. Daripada hanya untuk berjoget ria, akan lebih efektif dana kampanye bapak dan ibu diberikan kepada pemborong bangku-bangku tersebut.

Semoga tangisan-tangisan tersebut berakhir dengan keriangan mereka kembali. Amin.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s