Mukmin yang Beruntung


back-ground-batu1Tujuh Ciri “ Mukmin Beruntung “

 

 

 

 

 

Sesungguhnya beruntunglah orang – orang yang beriman, ( yaitu )  orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna. ( QS. Al-Mukminun : 1 – 3 ).

 

Mukmin yang beruntung adalah yang memiliki tujuh sifat atau cirri yang harus dimiliki.

 

Pertama, Khusyuk dalam Shalat, yakni shalat yang dilaksanakan dengan penuh konsentrasi dan membekas dalam kehidupan sehari-hari sesudah melakukan shalat.

 

Kedua, meninggalkan segala bentuk kesia-siaan, baik dalam perkataan maupun laku atau perbuatan. “ Sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain .” ( HR. Muslim ). Orang yang berilmu tetapi tidak memanfaatkan ilmunya menurut HR Thabrani akan memperoleh peringatan sebagaimana yang tertuang dalam HR ini, “ Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tapi tidak memanfaatkannya. “

 

Ketiga, menunaikan zakat. “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” ( QS. At-Taubah : 111 ).

 

Keempat, menjaga kemaluan sehingga terhindar dari Zina, yakni melakukan hubungan seksual kepada orang yang bukan istri atau suaminya.

 

Kelima, memelihara amanah atau kepercayaan yang diberikan kepadanya. “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul ( Muhamad ) dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” ( QS. Al-Anfal : 27 ).

 

Keenam, memenuhi janji, baik janji kepada Allah Swt. Maupun kepada sesama manusia. Ketika manusia berjanji kepada Allah, seorang mukmin akan memenuhinya, yakni selalu beribadah kepadaNya. “ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” ( QS. Al Fatihah : 5 ). Begitu  juga dengan janji kepada sesama manusia yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. “ Dan janganlah kamu mendekati anak yatim kecuali dengan cara yang lebih baik ( bermanfaat ) sampai ia dewasa dan penuhilah janji itu, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” ( QS. Al – Isra : 34 ).

 

Ketujuh, memelihara shalat sehingga ia selalu menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya yang telah diwajibkan kepadanya. Dari shalat yang ditunaikan dengan baik inilah akan lahir dari dirinya kepribadian yang shaleh yang selalu menunjukkan prinsip-prinsip shalat dalam kehidupan sesudah shalat, sehingga shalat tidak sekedar dikerjakan, tapi didirikan yang pengaruhnya bisa mencegah dirinya dari perbuatan tercela.

( Sumber : Diringkas dari Majalah Khazanah, Edisi 9 Th I ).

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s