Selamat Ultah Anakku


“ Selamat Ulang Tahun Anakku “

Tanggal 11 April 2008, putriku telah memasuki usia 17 tahun. Ibunyapun sibuk menyambut ulang tahunnya ini, sedangkan saya bukanlah orang yang terlalu sibuk memikirkan tentang hal ini. Saya memang dilahirkan dari Orang tua yang tinggal di Madura dan memang tidak pernah sibuk memikirkan usia anak-anaknya. Orang tuaku lebih sibuk memikirkan bagaimana mendidik anak-anaknya menjadi lebih baik dari mereka, baik dari segi pendidikan maupun materi untuk kehidupan masa depannya. Perbedaan pandangan ini, tidak menyebabkan saya tidak menghargai rencana istriku untuk merayakannya, walaupun akhirnya yang kami lakukan cuma doa selamat setelah Shalat Jumat yang sekalian doa arwah untuk mertuaku yang telah meninggal 25 hari yang lalu. Sore harinya, anakku mengundang teman-temannya untuk makan bersama.

Agar tidak mengecewakan anak dan istriku, hari itu saya ijin pulang kerja lebih awal agar bisa hadir saat teman-teman anakku datang. Dan sore itu, banyak teman anak-anakku yang datang mengucapkan selamat ulang tahun serta tak lupa membawa bingkisan untuk anakku. Terenyuh juga saat melihat mereka membawakan kado untuk putriku, karena saya sebagai orang tuanya tidak memberikan kado untuknya. Saya hanya ingin memberikan kado buat anakku Ilmu yang Bermanfaat dan Keimanan kepada Allah dan Islam.

Pada tahun ini juga, anakku akan mengikuti Ujian Akhirnya di SMA dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi, inilah yang paling banyak menyerap pikiran dan upayaku. Dengan segala keterbatasan keuangan, saya mencoba mendukung agar anakku bisa melanjutkan kuliahnya sesuai cita-citanya. Kedokteran adalah cita-cita putriku, tetapi mengingat biayanya yang ratusan juta untuk masuk perguruan tinggi di Jawa, saya pun hanya bisa minta maaf kepada putriku. Tetapi saya pun tetap meminta dia mencoba ikut ujian tulis nantinya di Universitas Mulawarman. Menurut informasi, kalau lulus ujian tulisnya, biaya yang dikeluarkan tidak mencapai ratusan juta rupiah.

Di usianya yang ketujuh belas ini, berarti usia perkawinanku sudah masuk ke 18 tahun. Dan saya pun berharap masih mampu mendidik anak-anakku sampai lulus kelak. Merayakan ulang tahun ala islami belum ada petunjuk yang saya kenali. Yang lebih banyak ada di masyarakat biasanya meniup lilin di atas kue ulang tahun dan menyanyikan lagu “ Happy Birthday .“ Dan, acara seperti ini saya kurang berkenan, karena bagi saya acara ini adalah bukan ajaran Islam.

Dalam acara ulang tahunnya, saya hanya ingin bisa memberikan secara islami tetapi tentunya hal ini akan mengalami benturan dengan yang biasa dilihat masyarakat. Benturan dengan istri dan juga anakku. Oleh sebab itu, untuk ulang tahunnya ini, saya mencoba mencari hal-hal yang baik untuk bisa saya berikan buat anakku pada ulang tahunnya. Walaupun akhirnya, istriku hanyalah memasakkan makanan untuk hidangan bagi temannya dan tanpa kue ulang tahun. Entah bagaimana perasaan mereka, anak dan istriku. Tetapi dari yang saya lihat, anakku menikmatinya dengan suasana gembira. Karena kalau dibandingkan dengan anak-anak seusia dia biasanya dirayakan di Hotel atau Rumah Makan terkenal, sebenarnya sayapun tak tega melihat dia merayakan dengan acara yang sederhana ini.

Lalu, Islam mengajarkan apa kepada kita untuk anak-anak kita ? Saya mencoba melihat yang ada di surah Lukman. Hal-hal yang ada di dalam Al Quran tentang bagaimana sebaiknya kita memperlakukan anak-anak kita adalah :

1. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” ( Al Qur’an, Lukman : 13 ).
2. .Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). ( Al Qur’an, Lukman : 17 )
3. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.( Al Qur’an, Lukman : 18 ).

Tiga ayat ini, bagi saya lebih berat daripada membuat pesta perayaan anakku ( walaupun saya tidak juga mampu merayakannya ). Begitu indahnya Islam mengajarkan kepada kita untuk anak-anak kita, tidak ada sedikitpun tersirat tentang pentingnya materi bagi anak-anak kita. Karena memang Islam mengajarkan kepada kita bahwa hidup di dunia adalah untuk beribadah kepadaNya. Tetapi bukan berarti Islam tidak mengajarkan kepada kita tentang perlunya kita mengejar materi untuk kebahagiaan di dunia, dan juga kebahagiaan di Akherat kelak. Mengapa kita perlu mengejar materi…? Karena ada yang mengatakan bahwa kemiskinan akan lebih banyak membawa kita kepada kekufuran….!?

Mencari materi di dunia ada dua pertanyaan yang akan diajukan kelak di alam yang kekal yaitu, darimana atau dengan cara apa harta itu kau peroleh serta kau manfaatkan untuk apa harta tersebut..?

Hal yang disampaikan pada surah Lukman tentang pentingnya kita mengajarkan kepada mereka bahwa Allah hanyalah Satu, Tiada Tuhan selain Allah. Ibrahim juga mengajarkan kepada Ismail bahwa “ La ilahaillallah “. Ketauhidan bahwa tidak Tuhan lain selain Allah yang perlu kita sembah, sehingga dengan itu maka kita hanyalah perlu menyembah kepada Allah, tidak kepada Penguasa, tidak kepada Pimpinan-pimpinan kita, tidak kepada Harta, tidak juga kepada yang lainnya. Inilah yang perlu dan menjadi tanggungjawab kita sebagai orang tua kepada mereka.

Hal lain, tentang Shalat, Berbuat Baik dan Sabar. Shalat adalah ibadah kita dalam menghadap kepada Allah, memuji dan berdoa kepadaNya. Mengajarkan Shalat adalah pekerjaan kita yang cukup berat, bagaimana mereka mengerjakan Shalat yang tepat waktu dan tidak meninggalkannya. Memahami makna Shalat buat kita inilah hal penting yang perlu disampaikan kepada anak-anak kita, mereka lebih banyak mengetahui Shalat karena yang mereka lihat sebagai orang Islam memang harus Shalat. Luarnya saja yang biasanya mereka ketahui. Poin ini saya merasa belum bisa memberikan secara optimal, mungkin melalui periode waktu maka pemahaman tentang makna Shalat akan jadi lebih baik.

Tentang berbuat baik, Alhamdulillah pemahaman mereka tentang hal ini lebih kelihatan. Bahwa pentingnya mereka menyantuni kaum miskin, tenggang rasa , sedekah dan berkurban mereka sudah melakukannya lebih baik daripada saya pada saat seusia mereka. Begitu juga tentang kesombongan, tidak pernah terlihat ada didalam diri mereka, Insyaallah.

Sabar, lima huruf ini merupakan pekerjaan yang tak akan selesai dalam hitungan waktu seusia mereka, karena sabar adalah ujian kita sampai dengan ajal menjemput kita. Kesabaran adalah bukan untuk diucapkan tetapi lebih banyak kepada laku kita sehari-hari dalam menghadapi setiap permasalahan atau cobaan dari Allah Swt. Oleh karena itu, saya sebagai orang tua akan selalu berusaha mendampingi mereka untuk berlaku sabar dalam menghadapi rona-rona kehidupan ini. Sabar akan melindungi kita dari segala perbuatan yang mengarahkan kita kepada kekufuran atau kesesatan untuk mencapai kehidupan akhirat yang Surgawi. Insyaallah, saya akan selalu mengajarkan hal ini kepada mereka sesuai kemampuan yang saya miliki, karena sabar ini-pun belum bisa secara utuh saya bisa terima dalam perjalanan hidup saya sampai usia seperti sekarang.

Akhirnya, saya hanya bisa mengucapkan “ Selamat Ulang Tahun anakku, semoga Allah selalu memberikan petunjuk kepadamu dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Semoga cita-citamu tercapai dan dikabulkan oleh Allah Swt. Amin ya Allah ya Rabbal Alamin . “

Buat putriku : Afrilia Sandra Ramadhani

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s