Pekerja Indonesia bagai Anak Ayam Mati di Lumbung Padi


Kesejahteraan Pekerja selalu dipasung Oleh Produk Hukum

Akhir minggu kemarin, kita bisa lihat demo-demo Pekerja / Buruh menghiasi setiap kota – kota besar di Indonesia yang meminta pembatalan berlakunya SKB Empat Menteri yang dibuat oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perdagangan, Dalam Negeri dan Perindustrian. Mengapa hal ini terjadi pada saat krisis Global sedang melanda juga di Indonesia. Padahal ancaman PHK besar-besaran sudah disampaikan oleh pengusaha didalam menghadapi krisis ini. Tetapi masih saja ada demo Buruh / Pekerja dalam menyikapi terbitnya SKB ini.

Mengapa SKB Empat Menteri dibuat..?

Dasar pertimbangan dibuatnya SKB Empat Menteri menurut yang tertulis disampaikan sebagaimana berikut :

a. Bahwa krisis keuangan global yang dihadapi bebagai Negara akhir-akhir ini juga berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, sehingga akan berdampak negative terhadap perkembangan dunia usaha dan ketenagakerjaan ;
b. Bahwa untuk mengantisipasi dampak negative dari krisis keuangan global, perlu diambil langkah-langkah konkrit untuk memelihara pertumbuhan perekonomian melalui pengaturan berbagai kebijakan yang menjamin ketenangan berusaha ketenangan bekerja ;
c. Bahwa untuk tetap terjaganya kelangsungan usaha, maka kebijakan penetapan upah diarahkan dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perusahaan, dengan tetap memperhatikan kehidupan pekerja/buruh beserta keluarganya ;

Dengan dasar pertimbangan di atas seharusnya tidak ada demo-demo yang dilakukan oleh para pekerja maupun buruh. Tetapi faktanya demo terjadi dimana-mana untuk menolak pemberlakuan SKB ini. Mengapa….? Hal ini semata disebabkan karena perjuangan pekerja / buruh selama ini untuk memberlakukan Upah Minimum sesuai dengan KHL ( Kebutuhan Hidup Lajang ) akan terpasung dengan adanya keputusan ini. Padahal KHL adalah perangkat yang baik dalam menentukan upah sesuai dengan wilayah kerja yang ada di Indonesia, sehingga besaran upah akan berbeda-beda sesuai dengan Inflasi yang terjadi di masing-masing daerah.
Inilah kebiasaan yang berlaku di negeri kita ini, satu peraturan belum bisa terlaksana dengan baik sudah ditimpa lagi dengan peraturan yang kontradiktif dengan peraturan yang sebelumnya.

Posisi Tawar Pekerja

Didalam setiap pelatihan yang dibuat oleh ILO, selalu disampaikan pentingnya komunikasi antara Pekerja / Buruh dengan Pengusaha. Hasil yang diperoleh – pun masih jauh dari memadai. Masih sering terjadi demo pekerja terhadap pengusaha mengenai besaran upah karena Pengusaha selalu memberikan alasan Perusahaan dalam keadaan Minus atau Rugi. Baru berbicara tentang upah saja pengusaha sudah enggan memahami kondisi yang terjadi dengan kehidupan pekerjanya, apalagi menyangkut fasilitas kesejahteraan Pekerja. Krisis BBM yang menyebabkan kenaikan biaya transportasi saja belum bisa dipenuhi oleh pengusaha pada saat pekerja mengajukan kenaikan biaya Transport ini. Dera BBM belum teratasi, pekerja sudah dihadapkan dengan kondisi krisis keuangan global dan tentunya pekerja lagi yang harus memikul beban ini.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, banyak serikat di tingkat PUK ( perusahaan ) yang memiliki pimpinan PUK – nya yang kualitas bernegosiasi-nya jauh dari yang diharapkan. Ini adalah salah satu hal yang menyebabkan maraknya demo-demo yang terjadi karena pola pikiran ketua PUK-nya yang lebih sering menggunakan filosofi POKOKNYA.

UUTK No. 13

Produk hukum ini, pada prakteknya bukan lagi melindungi pekerja. Sejak adanya Undang – undang ini, praktek tenaga kerja Out Sourcing bisa diberlakukan pada semua bidang usaha. Dari praktek ini, jelas sudah kesejahteraan pekerja untuk memperoleh upah sesuai KHL menjadi hal yang sangat tidak manusiawi lagi karena pekerja bisa bekerja 7 ( tujuh ) hari kerja dalam seminggu.
Pada awalnya, pemberlakuan undang-undang ini kalau dilihat dari kacamata posistif bisa mencipatakan insan-insan pekerja yang produktif, tetapi faktanya produk ini menyebabkan tenaga pekerja diperas sedemikian rupa untuk menjaga keberlangsungan dunia usaha, yang ujung-ujungnya hanya menyejahterkan segelintir orang yaitu pemilik perusahaan.
Undang-undang ini-pun telah menyebabkan persidangan masalah perburuhan / pekerja ditingkat Pengadilan memakan waktu yang lama sehingga pekerja yang menunggu proses sidangnya sudah kehabisan peluru ( uang ) sebelum sidang selesai.

Dimana letak keberpihakan pada Pekerja..?

Pada setiap even lima tahunan, kita memilih Presiden dan juga anggota dewan di Tingkat Pusat. Hampir disetiap even ini, kesejahteraan pekerja / buruh selalu menjadi tema yang juga gencar disampaikan untuk diperjuangkan. Mungkin karena memakai kata-kata diperjuangkan maka fakta yang terjadi adalah sebaliknya.

Krisis BBM, krisis keuangan global sudah jelas membuat pekerja makin terpuruk untuk menjalani hidup layak. Lalu krisis apalagi yang harus ditanggung oleh masyarakat pekerja…?

Kapan kita mendengar pihak pengusaha ditekan oleh produk hukum di Indonesia…? Tetapi tentunya bukan hal ini yang kita harapkan, karena tentunya para Pengusaha dengan mudahnya akan memindahkan segala dana yang ada untuk berinvestasi di negeri lain yang lebih menguntungkan. Lalu apa yang harus dibuat…?

Bila pemerintah maupun dewan memang berpihak kepada dunia pekerja, maka seharusnya pemilik modal dilindungi keberadaannya di bumi ini, yaitu dengan meminimalkan pungutan-pungutan tak resmi atau kalau bisa dipermudah segala proses perijinannya yang hanya menyejahterakan sekelompok / segelintir masyarakat Indonesia. Mengurangi beban biaya impor bahan baku maupun mesin-mesin Industri mungkin juga bisa dijadikan pertimbangan.

Oleh sebab itu, tanpa adanya upaya peningkatan Sumber Daya Manusia yang memadai dari sisi Skill maupun Knowledge, maka siap-siaplah dunia pekerja kita akan selalu menjadi dilemma pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan. Alokasi dana APBN maupun APBD harus memadai untuk membuat tenaga kerja yang diciptakan oleh Indonesia adalah insane-insan yang produktif, kreatif dan memiliki skill yang tinggi.

Link :
http://mediafire.com/bangjay
http://id.wordpress.com/tag/parta-pelopor
http://arodam-pelopor.blogspot.com/
http://melilean.com/?id=bangjay
http://miyunerclub.com/?id=bangjay

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s