Memori Zakat 2008


“ Zakat yang membawa korban “

Maksud hati bersedekah di bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan Allah, di Pasuruan – Jawa Timur telah terjadi korban meninggal karena berdesak-desakan menunggu pembagian zakat dari salah satu penduduk di kota ini.

Massa telah menunggu pembagian zakat ini sejak pagi yang rencananya akan dibagikan pada jam 10.00 wib oleh sipemilik niat. Tetapi ternyata telah mengakibatkan korban meninggal berjumlah 21 jiwa manusia.

Apa problem yang terjadi sebenarnya…? Budaya antri yang belum membudaya di masyarakat kita…? Atau tingkat kemiskinan yang begitu tinggi sehingga masyarakat rela antri untuk sejumlah uang yang tidak sebanding dengan nilai yang harus dikeluarkan / dikorbankan..? Atau budaya kita yang permisif sebagai tangan yang di bawah…?

Perlukah ada fatwa MUI untuk hal ini sehingga kejadian seperti ini tidak perlu terulang lagi di bumi pertiwi ini…? Didalam ajaran Islam, ada pepatah mengatakan bahwa pada saat tangan kanan memberi, tangan kiri diperkenankan melihatnya. Yang diartikan bahwa pada saat kita bersedekah, kita boleh saja diketahui oleh khalayak ramai. Walaupun secara Pribadi, saya takut perbuatan ini mendekati perilaku RIYA.

Zakat adalah potensi besar sebagai dana pembagunan di Indonesia, karena besaran zakat walaupun diatur dalam angka-angka tertentu, saya yakin kalau dasarnya ibadah maka potensi zakat yang diterima akan lebih besar dari yang terhitung secara matematis.

Mungkin juga karena budaya korupsi yang begitu kental di bumi Indonesia maka para pemberi zakat merasa lebih kena sasaran dibandingkan melalui Badan Amil Zakat yang telah ada. Wallahualam.

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu[993], dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong ( Al Hajj , 78 ).

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s